Lampung Utara-Gemilangnews.com- Memiliki jaminan kesehatan adalah salah satu kebutuhan yang wajib dipenuhi saat ini mengingat biaya pengobatan bisa mempengaruhi kestabilan ekonomi keluarga terutama kelas menengah ke bawah. Hal ini pun diakui oleh Dewi, warga Tulung Indik, Sungkai Barat yang saat ini tengah mendampingi suaminya menjalani rawat inap di RSD Mayjend. HM. Ryacudu Kotabumi.
“Suami saya, Sudirman memang memiliki darah tinggi, sudah 4 hari ini kondisinya tidak begitu baik. Tapi karena kepalanya makin terasa sakit dan badannya lemas sekali makanya saya segera mengajak suami saya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Dewi, Selasa (15/11).
Hipertensi terbagi ke dalam hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, sedangkan hipertensi sekunder dapat terjadi akibat beberapa faktor, seperti penyakit ginjal, sleep apnea, dan kecanduan alkohol. Jika tidak segera ditangani, hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke.
“Tepatnya hari Kamis malam saat sakit kepalanya terasa makin menjadi-jadi, lalu Jumat pagi jam 8 kami bawa ke rumah sakit karena badannya sudah lemas sekali. Oleh dokter langsung dianjurkan untuk rawat inap karena kondisinya mengkhawatirkan,” lanjut Dewi.
Dewi bersyukur sekali dirinya beserta keluarga telah menjadi Peserta JKN sejak lama sehingga ia tidak perlu pusing memikirkan besarnya biaya perawatan suaminya saat ini.
“Walaupun berobat secara gratis tapi pelayanannya bagus kok. Dari awal masuk rumah sakit, mengurus administrasi, sampai pengambilan obat di apotek juga lancar-lancar saja tidak ada kendala. Ini adalah hari ke 4 suami saya di rawat di sini dan Alhamdulillah kondisinya sudah membaik,” tambahnya.
Jika sudah pulih nanti suaminya diwajibkan untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, menghentikan kebiasaan merokok, dan mengurangi konsumsi minuman berkafein. Namun dikarenakan tekanan darah Sudirman sudah cukup tinggi, suaminya juga diharuskan mengonsumsi obat antihipertensi.
“Selain itu suami saya juga wajib memeriksakan tekanan darahnya secara berkala. Disaat inilah manfaat Program JKN sangat terasa. Ini bukti kehadiran pemerintah yang peduli pada nasib masyarakat seperti kami,” katanya.(mht)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.