Lampung Utara-Gemilangnews.com- Meski terdengar sepele, sakit gigi bisa sangat mengganggu aktivitas apalagi jika menimbulkan bengkak dan sakit kepala. Hal ini dirasakan oleh Riski (15), warga Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi Selatan. Ia bahkan mengaku harus izin tidak masuk sekolah karena tidak kuat menahan nyeri pada giginya tersebut.
“Gigi saya memang kondisinya sudah berlubang cukup besar namun saya abaikan saja karena selama ini tidak pernah sakit. Namun seminggu yang lalu tiba-tiba gigi berlubang saya ini sakit sekali, saking sakitnya saya tidak sanggup untuk berangkat ke sekolah. Akhirnya saya diantar ayah saya ke puskesmas untuk berobat,” ujar Riski saat mengawali perbincangan.
Setelah diperiksa kondisinya oleh dokter gigi, Riski diberikan obat yang harus dikonsumsi selama 3 hari untuk mengobati infeksi dan menghilangkan nyeri pada giginya.
“Kata dokter memang harus diobati dulu nyerinya, tidak bisa langsung dicabut. Jadi begitu sakit giginya hilang saya langsung ke puskesmas lagi untuk mengambil surat rujukan ke RSU Handayani untuk dilakukan pencabutan gigi saya ini,” lanjutnya.
Beruntung Riski beserta seluruh anggota keluarganya telah menjadi Peserta JKN sejak lama sehingga pengobatannya ini bisa ia jalani secara gratis tanpa dikenakan biaya tambahan.
“Saat di rumah sakit, dokter pertama-tama memberikan suntik anastesi lalu setelah biusnya bekerja barulah gigi saya dicabut. Saya awalnya sempat takut pada proses pencabutan gigi ini tapi dokter meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Syukurlah semuanya berjalan lancar, saya lalu diresepi beberapa obat untuk mempercepat pemulihan gusi. Semua pengobatan saya ini gratis berkat menggunakan KIS,” kata Riski sambal menunjukkan kartu KIS miliknya.
Sekarang Riski bisa bernafas lega karena giginya tidak akan nyeri lagi dan berjanji akan lebih memperhatikan kondisi kesehatan gigi dan mulutnya agar tidak merasakan sakit gigi lagi untuk yang kedua kalinya.
“Saya puas dengan pelayanan kesehatan dalam Program JKN karena saya tidak mendapatkan diskriminasi layanan baik di puskesmas ataupun rumah sakit. Seluruh tenaga medis yang bertugas menjalankan pekerjaannya dengan baik dan selalu bersikap ramah. Namun mudah-mudahan kedepannya akan terus ada peningkatan mutu layanan,” tutup Riski.(mht)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.