Rabu, 21 Oktober 2026 Portal Media Online And Entertainment

Pemuda, Masa Depan dan Arah Baru Indonesia

Oleh: Saad Muchtar
Ketua Bidang Generasi Muda DPD Gelora Indonesia Kab Serang

Sungguh menjadi kontributor sejarah dan peradaban memerlukan energi dan persiapan yang betul betul matang, wawasan yang luas, menguasai berbagai bidang keilmuan, juga kuat dalam narasi dan leadership.

Sebab, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan, kita betul betul harus berdarah dan terluka untuk sebuah cita cita besar, ada saja goresan luka dan darah dibalik sebuah peradaban dan sejarah yang besar.

Takukah kita? Bahwa pemuda selalu menjadi pemain inti dibalik kokohnya sejarah dan peradaban besar, pemuda selalu saja mencatatkan dirinya dalam tinta emas sejarah peradaban dunia, pemuda selalu menjadi pencetus sejarah dan menjadi bagian dari sejarah peradaban besar.

Semangat pemuda masih stabil, jiwa jiwa mereka menggelora, ada kobaran api dalam darah mereka, makanya biasa mereka mengeluarkan ide ide gila yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, itu wajar.

Semangat pemuda inilah yang menjadi magnet yang menyatukan bangsa besar ini, beribu pulaunya, beribu sukunya, beribu bahasanya menjadi satu bangsa besar dengan narasi yang sangat kuat, semangat muda inilah yang melahirkan sumpah pemuda 17 tahun sebelum kita merdeka.

Tidak heran ketika Bung Karno mengatakan: “Beri aku 10 pemuda maka akan kugoncangkan dunia”, sebab kerap kali pemuda menjadi penentu terhadap situasi krisis yang menguras energi dan pikiran.

Ingatlah ketika seorang Bung Tomo pemuda berusia 25 tahun berorasi didepan arek arek suroboyo pada 10 November 45 yang tidak hanya berhasil membangkitkan semangat rakyat surabaya pada saat itu, tapi orasinya menggelegar seantero Nusantara melelehkan darah merah rakyat Indonesia untuk melawan penjajah, setelah itu meledaklah revolusi yang besar, lagi lagi karna pemuda.

Atau kita sering mendengar kisah penaklukan konstantinopel, sebuah peristiwa penaklukan yang paling diingat oleh dunia, bagaimana bisa sebuah peradaban adidaya yang terkenal berabad abad dengan sistem pertahanannya yang sangat kuat bisa ditaklukkan oleh seorang pemuda berusia 21 tahun, Sultan Mehmed 2.

Atau mungkin kisah heroik dari Umar Bin Abdul Aziz, seorang khalifah muda berusia 36 tahun bisa membuat pencapaian yang mustahil bisa terulang, hanya dalam jangka dua setengah tahun kesejahteraan merata di negri yang dipimpinnya, sampai sampai amil zakat tidak menemukan satu orang pun yang mau menerima zakat, saking sejahteranya kehidupan mereka.

Itulah energi besar yang ada didalam setiap aliran darah setiap pemuda, masa depan sejarah dan peradaban ada ditangan pemuda, pemuda adalah pemikul masa depan sejarah dan peradaban ummat manusia.

Maka sungguh, masa depan Indonesia secara khusus dan masa depan sejarah dan peradaban seharusnya dipikul oleh para pemuda, merekalah tulang punggung sejarah dan masa depan peradaban.

Karnanya masa muda kita harus disuplai nutrisi intelektual sebagai imunitas bertahan menghadapi segala situasi, sebab bila imunitasmu lemah, kau tak akan bertahan.

Seorang pemuda betul betul harus kuat dalam segala hal, sebab hidup tak akan menerima orang yang lemah, kau lemah kau tak akan bertahan lama.

Asupan nutrisi intelektual hanya didapatkan dari membaca, berdiskusi dengan intelektual, banyak mendengar paparan orang yang berilmu, juga berani berpikir diatas rata rata orang lain.

Melihat bonus demografi didepan mata, pemuda semestinya menyambutnya dengan kontribusi yang nyata dari sekarang, kurangi bercanda dan mulai memaksakan diri membaca, pemuda harus ikut andil dalam segala aspek, pemuda harus mengambil peran leadership nasional dan internasional.

Inilah yang dimaksud dengan arah baru Indonesia, dimana pemuda pemuda Indonesia berperan aktif dalam membangun sejarah dan peradaban ummat manusia, sehingga dimasa depan Indonesia merupakan kekuatan utama dunia dalam segala bidang.

Gelorakan Semangat Indonesia!

Reader Interactions

Trackbacks

  1. … [Trackback]

    […] Read More Info here to that Topic: gemilangnews.com/2020/07/30/pemuda-masa-depan-dan-arah-baru-indonesia/ […]