PALEMBANG-GemilangNews.Com
Kasat lantas Polresta Palembang Kompol Andi Baso menyayangkan banyaknya pengendara roda dua pada umumnya yang tidak tahu etika berlalu lintas. Sehingga bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan, bahkan bisa patal dan meninggal dunia serta membahayakan pengemudi lainnya.
Menurut Andi Baso, beliau tidak mau lagi seperti terdahulu proses pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) seperti membeli. Intinya kembali ke individu masyarakatnya.
Pengemudi kendaraan yang mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM), dituntut dari perilakunya, kesabarannya, ketaatannya dengan perintah atau aturan yang sudah ada.
“Pada saat Pengendara mengendarai Kendaraan di situ pengendara diuji kesabarannya mana cuaca panas, mana pikiran stress” bebernya ketika ditemui jurnalis GemilangNews.com di ruang kerjanya (24/7/2018).
“Bagi saya jalan sepi bagus mulus begini kok ada yang jatuh, Senggolan sedikit jatuh. Saya jadi berpikir-pikir ada apa dengan Palembang?…”Katanya sambil memikirkan penyebab seringnya kecelakaan.
Seperti contoh pada saat saya berjalan dari Kenten masuk ke arah simpang Fatal beberapa meter kemudian ada lagi yang jatuh, “saya hitung dari bandara sampai ke Pakri Ada 4 pengendara lagi yang jatuh, rata-rata roda dua,”terangnya
Saya pikir ini ada apa?…
“Apa orangnya yang tidak bisa menguasai kendaraannya atau dia tidak mengerti etika di jalanan seperti apa,”tuturnya.
Lanjut beliau, “tidak usah jauh jauh pada waktu mereka mengendarai kendaraan mungkin mereka stress atau mereka yang lalai. Terlebih lagi pada saat mereka memarkirkan kendaraannya di badan jalan yang berakibat menyusahkan orang lain,” ungkapnya
Dengan demikian demi menegakkan undang-undang dan demi Citra Negara Republik Indonesia di mata Negara lain maka harus di terapkan proses untuk kepemilikan Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Di antaranya Penerapan dengan cara Simulator SIM. Ini semua bertujuan agar para pengendara memahami etika berlalu lintas dan pemahaman terhadap rambu rambu, juga Fungsional Lampu sen atau kaca spion, lampu jauh dan dekat, kendaraan roda dua maupun roda empat. Pemahaman terhadap Rambu-rambu juga penggunaan rem, kopling, Penerapan untuk belok kanan maupun mendahului.
Bunyi Slogan Lalu lintas Indonesia itu “Kami belum sempurna tapi kami akan tetap berusaha “ujarnya.
Lebih lanjut menurut kasat, saat ditanya berapa orang korban kecelakaan Pada bulan ini beliau mengatakan seperti beberapa hari yang lalu terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Dalam hal kejadian itu telah diperiksa bahwa pengendara telah memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Maka dari pada itu proses kepengurusan membuat SIM diperketat.
“Kalau untuk bulan ini ada sekitar tujuh sampai delapan orang korban kecelakaan. Fatalnya memakan korban meninggal dunia dua orang,”tutupnya
Reporter: Yuli Lesmana
… [Trackback]
[…] Find More to that Topic: gemilangnews.com/2018/07/24/pengendara-kedaraan-bermotor-harus-bisa-memahami-etika-berlalulintas/ […]