BANYUASIN–GemilangNews.com
Ratusan warga Kecamatan Talang Kelapa dengan antusiasnya menghadiri acara diskusi dan buka bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Danau Tanah Mas. Acara yang diadakan oleh, Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan bekerjasama dengan Partai Gerindra ini, hadir sebagai narasumber Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik, Agus Jabo Prayono dan Tokoh Masyarakat Sumsel Slamet Somosentono. Sabtu (2/6/2018)
Edhy Prabowo mengatakan, menurut dirinya ini adalah kerjasama Partai Gerindra dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni. “Saya sebagai wakil rakyat dari sini mengapresiasi kegiatan ini, tidak banyak anak-anak muda yang mau bikin acara seperti ini, sekarang sudah sangat berbeda dengan dulu tapi ini perlu kita tularkan terus, dan ini kita apresiasi dalam ulang tahun pancasila ini kita mengingatkan kembali bahwa tujuan membangun Negara, membangun dasar Negara ini untuk apa, untuk memakmurkan rakyatnya, kembali mengingatkan kita kepada pendiri Negara merumuskan pancasila sehingga saya tertarik untuk hadir. Banyak acara kegiatan lain tetapi saya prioritaskan untuk hadir,”ungkapnya
Indonesia baru memasuki hari lahir Pancasila ke 73. Pancasila itu memang sakti buktinya negara Indonesia masih utuh, komplit dan lengkap. Namun Indonesia menghadapi banyak hal diantaranya gas mahal, BBM naik, dan harga sembako naik. Lanjut Edhy menuturkan, “ini penting, ini adalah dengan hari lahirnya pancasila masyarakat bisa tau. Yang salah bukan pancasilanya kalu kejadian Negara selagi harga naik sembako mahal, akses kridit susah, tenaga keja susah, tenaga kerja didalam negeri ditutup, tetapi asing seolah merajalela di bebaskan dengan modus apa saja saya kembali tidak terima, saya sudah tau maka itu kita disini mengingatkan kembali kami terutama yang menjadi wakil rakyat juga harus ingat ini tidak boleh terjadi pancasila sebagai lambang saja atau istilahnya jargon untuk kita gembar-gemborkan tetapi tidak kita implementasikan, yang paling penting bagaimana implementasinya,”terangnya
Ditambahkan Edhy, menurutnya, pancasila saat ini malah sangat jauh ditinggalkan, dasar-dasarnya ini, pancasila dari sila satu sampai kelima, “ini kan kita ambil dari kehidupan sehari-hari rakyat kita, tapikan tidak ada penerapan kebijakan yang berpihak, buktinya sekarang lapangan pekerjaan milik siapa?. Asset Negara milk siapa?. Harga BBM naik rakyat tidak tau, rakyat tidak diminta konfirmasi, listrik naik diam-diam, nelayan susah mencari melaut, petani pun masih banyak yang susah, anak muda males kelapangan pertanian kerena tidak ada jaminan hidup di pertanian, harga karet di Sumatera Selatan tidak pernah berubah lagi, dari harga yang terpuruk itu. Penerapan kepemimpinan-Nya itu yang masih kurang tajam, dia yang menjalakan roda kepemimpinan , termasuk kita-kita yang ada di DPR, sekarang di DPR kalau kami menunjukan beberapa langkah, walaupun ada juga kekurangan-kekurangan kami, kami tidak akan ragu untuk mengakui ada kekurangan kami itu. Ini yang harus kita introfeksi kita semua, pemerintah hanya mengesekusi eksekutif. DPR kan keterbatsan-Nya ada di pembuatan angaran pembutan undang-undang, mengawasi tapi eksekusinya ya pemerintah dari predsiden sampai bupati. Apa benar mereka sudah melakukan nyata-Nya rakyat masih banyak mengeluh,”bebernya
Ketika di singgung bahwa kalau masyarakat bersuara untuk mengeritik pemerintah jika ada kebijakan yang dinilai bertetangan dengan social itu sering terjadi kriminalisasi terutama di dunia Pers seperti contoh yang terjadi di bogor, menurut Edhy itu adalah bentuk penyelewengan pancasila. “Nah ini juga salah satu bentuk penyelewengan pancasila keadilan ke rakyat sudah tidak ada lagi, saya prihatin banget seperti kasus bogor, kami berharap tidak ada lagi kejadian kerusuhan seperti itu, ada perbedan pendapat, ada yang terlanjur diungah, kan ada mekanesmenya melapor ke dewan pers dan sebaginya, ada mekanismenya. Saya sendiri pernah mengalami merasa di pojokan oleh Pers, saya tidak bisa semena-mena maka kita bikin surat resmi, kemudian lapor.” Punkasnya
Reporter: Nop

… [Trackback]
[…] Read More here to that Topic: gemilangnews.com/2018/06/02/edhy-prabowo-harga-kebutuhan-rakyat-naik-secara-diam-diam/ […]